Mengenal Pembinaan Potensi Dirgantara

Please follow and like us:

Pembinaan Potensi Dirgantara (Binpotdirga) merupakan upaya membina potensi di udara. Oleh TNI Angkatan Udara pembinaan ini disosialisasikan  kepada masyarakat luas untuk mengenalkan potensi-potensi wilayah udara nasional yang ada dan dimiliki NKRI.

Kawasan dirgantara nasional dinilai memiliki keunggulan strategis, karena letaknya berada tepat di atas garis khatulistiwa yang dapat menjadi ruang hidup, sekaligus sebagai ruang gerak, media, dan sumber daya alam. Kawasan dirgantara suatu negara termasuk Indonesia dapat diperuntukkan bagi kepentingan kesejahteraan rakyat serta pertahanan nasional.

Guna mengoptimalisasi pendayagunaan kawasan dirgantara nasional, diperlukan aturan-aturan yang mampu mengakomodasi berbagai kepentingan pertahanan negara. Pengaturan pendayagunaan kawasan dirgantara yang dapat merugikan bangsa dan negara secara tidak langsung akan mengancam keselamatan bangsa. Oleh karena itu, kawasan dirgantara nasional harus dipertahankan dari setiap ancaman dan gangguan melalui pembinaan terhadap segenap potensi nasional secara terencana dan terpadu.

Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) wilayah pertahanan negara merupakan solusi utama untuk mengatasi permasalahan yang timbul seiring dinamika perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan strategi, regional, dan global. Sikronisasi berbagai upaya pendayagunaan kawasan dirgantara nasional saat ini mutlak diperlukan, terkait dengan pertahanan bahwa upaya pertahanan dirgantara tidak hanya menggunakan ruang udara saja, melainkan juga kawasan daratan dan lautan untuk dapat menggelar unsur-unsur kekuatan.

Dalam konsep para intelektual Indonesia dikatakan bahwa wilayah udara, perairan, dan daratan merupakan satu kesatuan yang utuh apabila suatu negara akan mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian serta pertahanan keamanan rakyat Indonesia khususnya.

Kekayaan alam di udara mengandung berbagai sumber daya alam potensial dan terbatas, selanjutnya sumber daya ini dapat dimanfaatkan untuk kehidupan dan penghidupan manusia. Selain dijadikan komplemen dan subtitusi dapat pula dijadikan alternatif dalam penggunaan sumber daya, baik yang ada di daratan maupun perairan untuk berbagai kepentingan nasional.

Keberadaan Binpotdirga itu sendiri merupakan upaya pembinaan bagaimana dapat mewujudkan suatu perubahan yang lebih baik dari suatu kekuatan yang ada dalam ruang udara dan ruang angkasa.

Di Indonesia, TNI Angkatan Udara-lah yang memiliki otoritas mengamankan wilayah udara nasional dari berbagai ancaman yang datang dari udara termasuk para insan penerbangan nasional maupun swasta ikut dalam upaya meningkatkan pembinaan potensi nasional aspek dirgantara menjadi suatu kekuatan guna mempertahankan keutuhan negara.

Sementara dalam melaksanakan tugas yang melekat pembinaan potensi dirgantara, TNI Angkatan Udara sangat terbatas pada pembinaan sumber daya manusia (SDM) khususnya insan Angkatan Udara dan kejuangan prajurit Angkatan Udara. Peran Angkatan Udara dalam pembinaan potensi dirgantara yang melekat pada tugas sehari-hari sebagai penegak hukum di udara, di antaranya membina dan menyelenggarakan pengembangan potensi nasional aspek dirgantara menjadi kekuatan pertahanan negara di dirgantara meliputi sumber daya nasional (SDM, SDA, SDB) dan ruang alat kondisi juang (RAK Juang).

Di TNI Angkatan Udara fungsi dan tugas sebagai pembina potensi dirgantara dijabat oleh Kepala Dinas Potensi Dirgantara (Kadispotdirga) saat ini dijabat oleh Marsekal Pertama setingkat Eselon III di lingkungan departemen. Selanjutnya mengenai ruang alat kondisi juang yang ada selalu berhadapan kepada peran Dispotdirga.

Dengan fungsi dan tugas yang telah dijalankan oleh TNI Angkatan Udara selama ini, diharapkan sebagai acuan untuk menjadi potensi yang bergerak lebih maju. Pembinaan potensi dirgantara dalam arti yang luas dihadapkan pada tugas-tugas yang diberikan kepada Dispotdirga yang semakin berat.

Berkaitan dengan tugas TNI AU dalam melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara,  maka TNI AU telah merinci dan mengidentifikasikan potensi kedirgantaraan yang dapat dibina, ditransformasikan dan didayagunakan sebagai berikut:

  1. Potensi Sumber Daya Manusia:

1)  Personel atau masyarakat yang berprofesi dalam dunia penerbangan terdiri dari:

  1. a) Penerbang dan awak (crew) pesawat terbang.
  2. b) Teknisi penyiap dan pemelihara pesawat terbang.
  3. c) Operator dan teknisi radar.
  4. d) Operator komunikasi/navigasi (ATC dan PLLU).
  5. e) Personel meteo.
  6. f) Personel survei udara.
  7. g) Tim SAR dan pemadam kebakaran.
  8. h) Personel pengisian bahan bakar pesawat dan ground handling.

2)   Personel atau masyarakat yang berprofesi di luar dunia penerbangan terdiri atas:

  1. a) Keluarga besar TNI AU.
  2. b) Masyarakat di sekitar satuan TNI AU/Lanud/Bandara.
  3. c) Masyarakat yang dapat bekerjasama dan atau berkoordinasi dengan satuan TNI AU/Lanud.
  4. d) Siswa dan mahasiswa pendidikan umum/kejuruan yang di kelola oleh Yayasan TNI AU.
  5. e) Siswa dan mahasiswa pendidikan umum/kejuruan yang yang berada di dalam dan sekitar satuan TNI AU/Lanud/Bandara.
  6. f) Personel atau masyarakat pelaksana Iptek kedirgantaraan, seperti aeronautika, kimia, hukum dan sebagainya.
  7. g) Personel atau masyarakat informasi dan teknologi.
  8. h) Masyarakat penggemar oleh raga dirgantara.
  9. i) Pramuka Saka Dirgantara.
  10. j) Masyarakat yang berkecimpung dalam dunia media cetak dan elektronik, khususnya yang berhubungan dengan kedirgantaraan.
  11. k) Satuan pelaksana penanggulangan bencana alam.
  12. l) Masyarakat yang berkecimpung dalam bidang medis dan para medis.

 

  1. Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB):

1)   Ruang atau wilayah antariksa tertentu yang dapat digunakan sebagai jalur penerbangan.

2)   Wilayah yang dapat digunakan untuk menggelar alutsista udara beserta fasilitas sarana prasarana pertahanan udara.

3)    Wilayah laut yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan transportasi udara.

4)    Goa atau lobang bawah tanah untuk menyimpan amunisi dan logistik.

5)     Pembangkit listrik (PLTA, PLTD, PLTU, nuklir, surya).

6)     Danau alam dan buatan untuk latihan SAR dan latihan pendaratan pesawat amphibi.

7)     Produk industri yang berkaitan dengan kedirgantaraan.

  1. Sarana dan Prasarana (Sarpras):

1)      Bandara/lapangan terbang/grass strip.

2)      Wahana perhubungan udara yang meliputi transportasi udara, komunikasi, dan jasa yang terkait dengan kedirgantaraan seperti maskapai penerbangan sipil, pengelola bandara dan sebagainya.

3)       Sarpras perhubungan darat yang memungkinkan untuk digunakan bagi kegiatan kedirgantaraan (jalan tol yang dapat dioperasikan sebagai landasan pacu, transportasi darat untuk kepentingan angkutan pendukung).

4)        Sarpras laut yang memungkinkan untuk digunakan bagi kegiatan kedirgantaraan.

5)        Peralatan dan pemetaan udara serta penginderaan jarak jauh.

6)        Stasiun radar, stasiun meteo, dan komunikasi.

7)        Alat pemadam kebakaran dan SAR.

8)       Depo bahan bakar udara.

9)       Fasilitas pemeliharaan pesawat terbang.

10)     Rumah sakit yang berada di sekitar bandara.

11)      Lembaga penelitian dan pendidikan pengembangan bidang kedirgantaraan.

Bentuk kegiatan dalam pembinaan potensi dirgantara meliputi:

  1. Pembinaan Minat Dirgantara (Natdirga). Kegiatan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia dirgantara melalui kegiatan olah raga dirgantara dan satuan karya Pramuka Dirgantara.
  2. Pembinaan Sumber Daya (Binsumda). Kegiatan secara terencana, terpadu, terarah dan berkesinambungan yang meloibatklan instansi di dalam maupun di luar TNI AU melalui kegiatan pembinaan sumber daya manusia, pembinaan SDA-B serta sarana dan prasarana.
  3. Kegiatan Bakti TNI. Wujud darmabakti TNI dalam membantu menangani permasalahan sosial dan kemanusian, baik atas permintaan maupun inisiatif TNI sendiri melalui kegiatan operasi bakti TNI dan Karya Bakti TNI.
  4. Pembinaan Wilayah Pertahanan (Binwilhan). Usaha, pekerjaan, kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan, pengembangan, pengendalian serta pemanfaatan potensi nasional untuk dijadikan komponen cadangan dan komponen pendukung matra udara yang tangguh meliputi pembinaan wilayah darat, laut  dan udara, antara lain Binpotdirga melalui kegiatan Forum Komunikasi Sosial  yang dilaksanakan satuan Komando Kewilayahan TNI AU dan prajurit TNI AU untuk membina soliditas hubungan dengan masyarakat dan instansi terkait melalui metode komunikasi, ceramah, seminar, diskusi, pentas seni, olah raga dan dialog.

Fungsi Binpotdirga merupakan fungsi organik dalam melaksanakan pembinaan potensi nasional secara terus menerus dengan kegiatan mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data potensi dirgantara untuk disiapkan menjadi RAK juang yang tangguh dalam rangka mendukung pertahanan negara di udara.

Kegiatan Pembinaan Potensi Kedirgantaraan adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan forum komunikasi melalui ceramah kedirgantaraan.
  2. Melaksanakan Kampanye Cinta Dirgantara pada Sekolah Tinggi maupun

Sekolah-sekolah Formal lainnya.

  1. Melaksanakan publikasi tentang kedirgantaraan.
  2. Melaksanakan demo olahraga dirgantara bekerja sama dengan FASI.
  3. Melaksanakan kursus pelatihan olahraga dirgantara.
  4. Melaksanakan pembinaan terhadap pramuka saka dirgantara.
  5. Melaksanakan bina remaja dirgantara di sekitar wilayah pangkalan udara.
  6. Menyelenggarakan kerja sama dengan Depdiknas dalam rangka pelaksanaan kegiatan minat dirganatara dilingkungan pendidikan.
  7. Menyelenggarakan kerja sama dengan Kemdiknas dan Kemenpora dalam rangka kegiatan minat dirgantara.
  8. Melaksanakan kerja sama dengan club-club ataupun perkumpulan penggemar olah raga dirgantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *