KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. Terwujudnya Budaya Keselamatan di Lingkungan TNI AU Harus Menjadi Tekad Bersama

Please follow and like us:

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M., meminta para awak pesawat harus mempunyai komitmen dalam membangun Safety Culture atau Budaya Keselamatan sekaligus mewujudkan Zero Accident. Awak pesawat juga harus senantiasa menumbuhkembangkan sikap peduli dan berani mengambil inisiatif dalam berbagai situasi.

Terwujudnya Safety Culture atau Budaya Keselamatan di lingkungan TNI AU, kata KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, harus menjadi tekad bersama. Para awak pesawat harus berani mengambil inisiatif demi terwujudnya Zero Accident menuju tercapainya keselamatan terbang dan kerja dalam mendukung operasional TNI AU. Kecelakaan menyangkut penerbangan dan kerja, akan menimbulkan kerugian yang besar. Baik terhadap material maupun jiwa manusia. Oleh karenanya, hal tersebut harus dicegah dan dihindari.

KSAU menyatakan hal tersebut pada kegiatan sosialisasi safety culture bagi awak pesawat (Penerbang, Navigator, dan Teknisi) yang berdinas di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Lanud Atang Sendjaja Bogor, dan Lanud Suryadarma Kalijati Subang. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Cakra Gendhewa Skatdon Teknik 021 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu, 28 Maret lalu.

KSAU menambahkan, untuk dapat mewujudkan safety culture tersebut, dalam setiap diri para awak pesawat harus tertanam sifat-sifat taat aturan dan selalu berpegang teguh pada prosedur. Hal lain yang perlu dipelihara adalah disiplin anggota dalam mematuhi aturan yang ada.

Sebagai bekal dalam setiap pelaksanaan tugas, KSAU menyampaikan beberapa penekanan yang perlu dipedomani dan menjadi pegangan awak pesawat saat melaksanakan tugas. Beberapa penekanan KSAU antara lain adalah senantiasa meningkakan motivasi, dedikasi, dan etos kerja (sense of duty).

Selain itu para awak pesawat juga perlu terus memelihara disiplin anggota, mengembangkan solidaritas, dan kerja sama kelompok (team work) yang harmonis di antara sesama anggota serta meningkatkan nilai-nilai kejujuran dan loyalitas terhadap organisasi TNI AU.

Kegiatan diikuti oleh 145 awak pesawat dan dihadiri oleh beberapa pejabat TNI AU antara lain Kadispenau Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M.Tr (Han), Kaskoopsau I Marsma TNI Henri Alfiandi, Danlanud Suryadarma Marsma TNI T. Sembiring Meliala, Danlanud Atang Sendjaja Marsma TNI Irwan Is Dunggio, S.Sos., Pangkosekhanudnas I Kolonel Pnb Chandra Siahaan, serta Komandan Skatek 021 Letkol Tek Johny Marlon, S.T.

Keesokan harinya, KSAU dan rombongan berangkat ke Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau guna melaksanakan kegiatan serupa yakni sosialisasi mengenai Budaya Keselamatan berikut peninjauan langsung satuan-satuan yang ada di lanud tersebut. Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya Pangkalan TNI AU di wilayah Sumatera yang dilengkapi dengan skadron tempur, skadron teknik, dan batalion Paskhas. Lanud di Bumi Lancang Kuning ini posisinya sangat strategis dan akan terus dikembangkan.

Dikatakan KSAU, konsep safety yang mencakup keselamatan terbang dan kerja di TNI AU harus diawali adanya kesamaan komitmen mulai dari level teratas hingga bawah. Hal lain yang juga penting diperhatikan adalah kemampuan prajurit mengenali risiko safety dan mempertahankan keseimbangan kebutuhan operasional untuk melakukan pencegahan terjadinya accident. Dalam hal ini seluruh personel TNI AU harus selalu berpedoman pada Safety Management System melalui risk management yang telah ditetapkan.

“Semua pihak harus memegang teguh komitmen tersebut. Risiko harus dikelola dengan baik dan laksanakan mitigasi secara berkesinambungan serta internalisasi untuk mencapai target safety performance,” ujar KSAU.

Dalam kegiatan ini KSAU menayangkan beberapa video tentang insiden maupun eksiden yang terjadi baik di internal TNI AU maupun di luar TNI AU. Hal ini dibahas oleh KSAU sebagai bentuk pembelajaran bagi para penerbang dalam melaksanakan tugas penerbangan sehingga tidak mengalami kejadian yang sama.

Dalam pengarahan yang diikuti oleh 143 anggota di jajaran Koopsau l tersebut, KSAU didampingi para Asisten KSAU, Pangkohanudnas, Pangkoopsau l, Dankoharmatau, Dankorpaskhas, beberapa Kadis jajaran Mabesau, serta Komandan Lanud Roesmin Nurjadin dan para pejabat satuan lainnya.

Bekerja maksimal dan profesional

              Bekerja secara maksimal dan profesional menjadi pegangan teguh KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna sejak meniti karier di TNI Angkatan Udara. Di manapun ditempatkan, ia akan berupaya memberikan yang terbaik bagi satuannya. Itulah salah satu kunci keberhasilannya meniti karier militer hingga Presiden RI Joko Widodo pun melantiknya menjadi KSAU ke-22 pada 17 Januari 2018.

              Sejak lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta tahun 1986 Yuyu Sutisna telah bertekad akan mengabdi secara maksimal dan profesional di manapun ditempatkan. Baginya, ditempatkan di manapun sama. Yang terpenting adalah bekerja semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik kepada satuan.

“Ketika kita bisa memberikan yang terbaik bagi satuan, maka penghargaan akan datang dengan sendirinya. Tidak perlu berharap-harap, karena pimpinan pun akan menilai,” ujarnya. Ia bahkan mengatakan bahwa manusia harus banyak bersyukur. Dengan cara itu Tuhan akan menambah nikmat bagi umatnya.

“Apabila dituruti, di jabatan dan pangkat apapun, kita sebagai manusia ini tidak akan pernah puas. Untuk itu, kita harus puas dengan apapun yang diberikan Tuhan,” kata Yuyu Sutisna saat menyampaikan sambutan kenaikan pangkat bintang tiga menjadi Wakasau, 12 Desember 2017. Pada saat itu, ia masih menjabat sebagai Pangkohanudnas.

Marsekal Yuyu menandaskan, dengan bertambahnya pangkat dan jabatan yang disandang seseorang, pada dasarnya tanggung jawab yang bersangkutan menjadi bertambah pula. Dan hal itu harus bisa dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat. Maka dari itu, ia pun tidak mau bermain-main dengan jabatan yang diamanahkan atau diembankan pimpinan kepadanya.

Dalam meniti karier di TNI AU, Yuyu Sutisna banyak berkiprah di dunia operasional. Selepas lulus AAU 1986 dan Sekbang TNI AU, kelahiran Bandung 10 Juni 1962 alumnus SMAN 1 Cicalengka ini mengawali karier sebagai Perwira Penerbang Skadron Udara 14 Wing 3 Lanud Iswahjudi. Kemudian ia menjadi Instruktur Penerbang di Lanud Adisutjipto dan kembali ke Skadron Udara 14 sebagai Danflight Ops “A”.

Kurun 2001-2003 ia menjadi Komandan Skadron Udara 14. Letkol Pnb Yuyu Sutisna pun berhasil menorehkan angka 2.000 jam terbang di pesawat F-5E/F Tiger II yang diawakinya di skadron tersebut. Usai menjabat komandan skadron, ia kemudian menjadi Pabandya Ops Kaskohanudnas. Setelah itu menjadi Atase Pertahanan RI di Washington DC, Amerika Serikat selama tiga tahun.

Pulang dari AS ia kembali ke Kohanudnas dan menjadi Asisten Operasi (Asops Kaskohanudnas) selama dua tahun (2010-2012). Dari sini ia kemudian memperoleh pangkat bintang satu dengan menjabat sebagai Pangkosekhanudnas III Medan (2012). Tak lama di Medan, ia kembali ke lanud yang membesarkannya sebagai Komandan Lanud Iswahjudi, Madiun (2012-2014). Perjalanan kemudian berlanjut dengan menjabat sebagai Kepala Staf Koopsau II (2014), Waasops Kasau (2014-2015), Stafsus Kasau (2015-2016), Pangkoopsau I (2016-2017), Pangkohanudnas (2017), Wakasau (2017), dan sebagai KSAU (2018-sekarang).

Yuyu Sutisna menikah dengan Ayuning Dewanti dan melahirkan tiga putra-putri, yakni Nadya Afiefa Putri, Hafiz Prasetia Akbar, dan Annisa elysia Pramesti.

Lintasan Karier KSAU ke-22

Nama: Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M

Lahir: Bandung, 10 Juni 1962

AAU: 1986

Istri: Ayuning Dewanti

Anak: Nadya Afiefa Putri

Hafiz Prasetia Akbar

Annisa elysia Pramesti

Jabatan:

  • Perwira Penerbang Skadron Udara 14
  • Instruktur Penerbang Lanud Adisutjipto
  • Danflight Ops “A” Skadron Udara 14
  • Komandan Skadron Udara 14 (2001–2003)
  • Pabandya Ops Kas Kohanudnas
  • Atase Pertahanan RI di Washington DC
  • Asops Kaskohanudnas (2010)
  • Pangkosekhanudnas III Medan (2012)
  • Danlanud Iswahjudi (2012–2014)
  • Kas Koopsau II (2014)
  • Waasops Kasau (2014–2015)
  • Staf Khussus Kasau (2015–2016)
  • Pangkoopsau I (2016–2017)
  • Pangkohanudnas (2017)
  • Wakasau (2017)
  • Kasau (2018–sekarang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *