Mengenal Lebih Dekat Sosok Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP

Please follow and like us:

Kasau selama ini selalu dari angkatan ganjil, tetapi beliau lulusan angkatan genap, Angkatan 1986. Dari riwayat kepangkatan termasuk yang sangat memenuhi persyaratan. Dari bintang 1, bintang 2, dan bintang 3, karena tidak sedikit yang menjadi Kasau dari bintang 2.

Tanggal 28 Desember 2007, jabatan Panglima TNI beralih dari Marsekal TNI Djoko Suyanto ke Jenderal TNI Djoko Santoso. Tongkat kepemimpinan beralih dari alumni Akabri Udara 1973 kepada alumni Akabri Darat 1975. Saat itu yang melantik adalah Presiden Susilo Bambang yudhoyono. Pelantikan berjalan mulus, lancar, bahkan media menyambut dengan komentar komentar yang positif.

Kini tahun 2017, tepatnya 8 Desember, tongkat kepemimpinan Panglima TNI beralih dari Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Dari alumni Akmil 1982 ke alumni AAU 1986. Walaupun UU TNI menyebutkan Panglima TNI dapat bergantian dari ketiga matra, ternyata Panglima TNI dari TNI AU memerlukan 13 Angkatan (dari Angkatan 1973 ke Angkatan 1986) baru bisa diraih kembali. Kalau tahun 2007 Panglima TNI berasal dari pilot tempur, kini berasal dari pilot transpor. Tidak menutup kemungkinan ke depan pilot dari helikopter bisa menjadi Panglima TNI.

Tanggapan media maupun masyarakat tentang pelantikan Kasau menjadi Panglima TNI kali ini beraneka ragam. Hal ini bisa dimaklumi. Jangankan menjadi Panglima TNI, sewaktu dilantik sebagai Kasau pun juga mengalami hal yang sama. Ada yang mengomentari Kasau ini tidak melewati jalur karier formal. Yang beredar harusnya lewat Pangkotama, Komandan Skadron Udara, dan lain sebagainya. Padahal semua itu bukan merupakan persyaratan yang tertulis.

Pecahkan beberapa mitos

Kasau Marsekal TNI  Hadi Tjahjanto memang pecahkan beberapa mitos atau  catatan sebagai berikut:

  1. Kasau selama ini selalu dari angkatan ganjil, tetapi beliau lulusan angkatan genap, Angkatan 1986.
  2. Beliau sebagai pilot pesawat angkut ringan, selama ini selalu dari pilot angkut berat.
  3. Bukan dari komandan skadron udara atau satuan udara operasi militer, melainkan dari Skadron Udara Pertanian (Satudtani).
  4. Jabatan yang dilalui sebelum menjadi Kasau di antaranya adalah Komandan Skadron Udara Pertanian, Komandan Lanud Adi Soemarmo, Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Kadispen, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Sesmilpres, dam Irjen Kemhan.
  5. Dari riwayat kepangkatan termasuk yang sangat memenuhi persyaratan. Dari bintang 1, bintang 2, dan bintang 3, karena tidak sedikit yang menjadi Kasau dari bintang 2.

Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, awalnya tidak sedikit yang melihat dengan mata sebelah. Mungkin karena faktor yang penulis sampaikan di atas. Namun, melihat kiprahnya setelah menjabat sebagai Kasau, pada umumnya berbalik mengagumi kiprahnya.

Beberapa gebrakan selama sebagai Kasau:

  1. Dalam mendukung program pemerintah tentang KA Cepat Bandung Jakarta, langkah Kasau terlihat kongkrit. Tanpa ada berita di media, karena proyek KA Cepat akan melalui kompleks hunian warga TNI AU di Lanud Halim. Mulai April 2017 telah dibangun hunian baru dan saat ini sudah mencapai progres sekitar 50%. Telah dibangun hunian baru untuk 450 unit rumah dan diharapkan April 2018 telah tuntas.
  2. Di bidang operasi, merevitalisasi alutsista lebih modern. Terutama dalam meningkatkan kesiapan pesawat mencapai 110% dari Sasbinpuan.
  3. Di bidang pendidikan dan latihan, merevitalisasi sarana latihan (Wargaming System), serta meng-upgrade sarana dan prasarana pendidikan di Seskoau dan AAU telah selesai. Untuk Sekkau dan sarana dan prasarana pendidikan bintara dan tamtama di Lanud Adi Soemarmo sedang berjalan.
  4. Di bidang personel, peningkatan kesejahteraan dengan menaikkan tunjangan brevet bagi prajurit maupun uang saku bagi taruna.

Kiprah Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ini ternyata tidak lepas dari sorotan media. Bukan karena mantan Kadispenau, tapi memang Kasau ini sosok yang ramah dan supel serta sangat menghargai senior maupun sesama. Selama menjabat sebagai Kasau yang belum sempat setahun telah mendapatkan dua penghargaan MURI.

Penghargaan dari MURI tersebut adalah:

  1. Tanggal 25 November 2017,  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memecahkan rekor MURI sebagai satu-satunya pimpinan Angkatan Udara yang memberikan penghargaan kepada media massa. Oleh Jaya Suprana disebutkan “Orang seperti KSAU ini dibutuhkan di Indonesia. Dia tidak sibuk cari penghargaan, tapi sibuk memberikan penghargaan.”
  2.  Tanggal 3 Desember 2017, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memperoleh penghargaan dari MURI karena dalam waktu 11 bulan berhasil mengoleksi 16 pesawat untuk dibawa ke Muspusdirla. Hal tersebut menjadikannya sebagai pengoleksi monumen pesawat terbanyak. Jumlah pesawat di Muspurdirla sampai saat ini ada 56 pesawat TNI AU.

Bikin adem rakyat

Sehari setelah sertijab, penulis membaca ulasan koran Rakyat Merdeka dengan judul “Suksesi di TNI Bikin Adem Rakyat”. Rasanya tidak berlebihan, mantan Panglima TNI dan Panglima TNI saling memuji. Apalagi di saat Sertijab ada 10 pesawat terdiri dari 5 Sukhoi dan 5 F 16 dengan suara menggelegar menyambut Panglima Baru dan mengucapkan selamat jalan untuk mantan Panglima.

Sebagai senior yang pernah mendidik Panglima Baru Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tentunya rasa bangga itu tidak bisa diungkapkan.

Kondisi pergantian Kepemimpinan Panglima tahun 2007, sebenarnya hampir sama dengan saat ini. Sama-sama akan menghadapi perhelatan besar yaitu Pemilu.

Panglima TNI Jendral TNI Djoko Santoso, Desember 2007 dilantik akan menghadapi Pemilu tahun 2009. Sekarang juga bulan Desember 2017 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto dilantik akan menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Tugas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Thahjanto ke depan tidak ringan, apalagi menghadapi perkembangan IT (teknologi informasi) yang begitu pesat. Berita yang beredar di media tidak sedikit yang serba hoax, tentunya perlu piawai dalam menyikapi.

Penulis yakin dari pengalaman dalam mengemban tugas dan selalu dekat dengan prajuritnya, media maupun masyarakat, Insya Allah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mampu mengemban tugas dan mampu membuat suasana adem bagi prajurit maupun rakyat Indonesia. Aamiin

Nama: Hadi Tjahjanto, S.IP

Jabatan: Panglima TNI

Jabatan sebelumnya: KSAU (2017-2018)

Alumni AAU: 1986

Tempat/Tgl lahir: Malang, 8 November 1963

Ayah: Bambang Soedarto

Ibu: Nur Saadah

Istri: Ny. Nanik Istumawati

Anak: Hanica Relingga Dara Ayu, Letda Pnb Handika Relangga Bima Yogatama

 

Menantu: Kapten Pnb Ulung Purwodanta

 

Cucu: Kenzie Yudistira Cahya Purwondanta

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *