Lembah Lauterbrunnen Surganya Para Penantang Maut

Please follow and like us:

Proximity flying merupakan salah satu cabang dalam olahraga free fall. Perbedaanya, olahraga ini membutuhkan pakaian khusus yang membuat penggunannya dapat terbang beberapa meter dari permukaan tanah.

Siapa yang tidak mengenal negara Swiss? Selain terkenal sebagai salah satu negara penghasil jam tangan terbaik di dunia, negara ini juga dikenal karena pemandangan alamnya salah satu yang terindah di dunia. Salah satu panorama itu berada di Lembah Lauterbrunnen yang memiliki kontur bergunung-gunung dan padang rumput yang luas.

Lauterbrunnen berada di Pegunungan Bernese Oberland. Terdapat kurang lebih 72 air terjun yang membuat Lauterbrunnen seperti negeri dongeng. Di sini juga ada gunung batu setinggi 300 meter dan sangat cocok digunakan untuk kegiatan ekstrem BASE Jump dan Wingsuit Proximity Flying.

Tak heran apabila Lauterbrunnen menjadi incaran banyak para atlet wingsuit dunia. Di wilayah ini terdapat beberapa spot yang dapat dijadikan “awal loncatan”. Akan tetapi, semakin terkenalnya Lauterbrunnen membuat tempat ini semakin ramai dikunjungi para pencari andrenalin. Sampai-sampai otoritas setempat membuat sebuah peraturan yang mengatur arus penerbangan dan tempat mendaratnya para pelaku hobi dirgantara ini.

Hamparan alam bak surga

Pada dasarnya wingsuit terbang setinggi 10 hingga 8 meter dari atas permukaan tanah. Terkadang para penggiat olahraga wingsuit terbang melewati atap dan melintas di wilayah peternakan sapi milik warga setempat. Tak ayal penduduk sekitar merasa terganggu dengan kegiatan ini. Hewan-hewan menjadi ketakutan ketika wingsuit terbang melintas terlalu dekat.

Tidak hanya wingsuit, olahraga menantang maut seperti BASE Jump juga menjadikan Lauterbrunnen tempat mengekspresikan diri. Berbeda dengan wingsuit, BASE Jump tidak membutuhkan wilayah yang cukup luas, karena dasar dari BASE Jump adalah “jatuh ke bawah” bukan meluncur seperti wingsuit.

Kedua olahraga tersebut menjadi sangat popular di Lauterbrunnen dengan hamparan alam bak surga. Namun minat yang semakin tinggi terhadap olahraga ekstrem ini sekaligus juga menjadikan Lauterbrunnen terkenal akan keangkerannya. Terhitung puluhan penggiat olahraga ekstrem mereggang nyawa di tempat ini lantaran kegagalan teknis seperti parasut yang tidak membuka sempurna.

Ada pula human error dalam bernavigasi ketika melakukan terbang proximity flying sehingga menabrak tebing. Harga yang dibayar sepadan dengan keindahan Lauterbrunnen surga bagi para penantang maut.

Dalam perkembangan kemudian, faktor-faktor penyebab kecelakaan ini mulai diantisipasi untuk dihindari. Dengan cara dan prosedur yang benar, kita bisa benar-benar menikmati olahraga ekstrem plus pemandangan yang indah. Anda berminat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *